Halaman

    Social Items

Cerita Sex Panas Anak kuliahan - Di hari pertamaku masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, tidak ada yang aku kenal satupun, sehingga aku seperti orang nyasar, bingung celingak-celinguk kesana kemari. Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba ada cewek yang menegurku, ‘Eh, tau kelas MI1-3 nggak?


Eeiittss.., ternyata aku juga cari kelas itu.., lalu aku jawab, ‘mm.., saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk’. ‘Saya Gita’ dia sebut namanya duluan. ‘Aku Iwan’, aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman bernama Gita. Cewek manis ini mempunyai kulit kuning langsat, nyaris tanpa cacat, tinggi badan kira-kira 166 cm, dengan berat 49 Kg. Tapi yang bikin aku tidak bosan melihatnya adalah dadanya yang menantang, cukup besar untuk ukurannya, tapi tidak terlalu besar sekali.

Begitu pula dengan pantatnya, aku paling suka jika dia memakai jeans ketat, dengan kaos oblong warna putih. Kadang jika ia bercanda, ngomongnya nyerempet-nyerempet porno terus, walaupun sekali-sekali saja.


Tiga bulan sudah lamanya aku dekat dengannya, jalan kemanapun selalu bersama, walaupun dia belum resmi jadi pacarku, tetapi aku dan dia selalu berdua kemanapun. Sampai akhirnya aku dan dia pergi jalan-jalan ke daerah Dieng, salah satu daerah dingin di Jawa Tengah, niatnya cuma jalan-jalan saja, tidak menginap.


Entah kenapa hari ini dia mengajakku bercanda yang berbau porno terus, dari pagi hingga siang hari. Sampai akhirnya ia bertanya begini, ‘Wan, kalau kamu punya istri suka yang buah dada nya besar atau sedeng-sedeng saja?’. Lalu aku jawab ‘Mm.., yang kayak apa ya?, kayaknya aku suka yang seperti punya kamu itu lho’. ‘Lho emang kamu pernah liat punyaku?’, tanya dia. Aku bilang ‘Gimana mau liat, orang kamunya ajah nggak pernah kasih kesempatan.., heheheh’. Dia tanya lagi sambil bercanda, ‘Kalo aku kasih kesempatan gimana?’.


Aku jawab, ‘Yaa.., nggak aku sia-sia’in’. ‘Emang berani?’, tantang Gita. ‘Siapa takut..’, jawabku tidak mau kalah. ‘Kalo gitu bukti’in!’, kata Gita. ‘Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?’, tantangku gantian. ‘Siapa takut..’, jawabnya tidak mau kalah juga. Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata, ‘Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh’. ‘Deg!!’, jantungku terasa berhenti.


Dengan ragu-ragu kuarahkan mobilku masuk ke halaman losmen tersebut. Aku masih diam dan setengah tidak percaya. Terus dia berkata, ‘Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?’.


Seperti babu kepada majikannya, aku ikuti kata-katanya dan mengikuti langkahnya masuk ke losmen. Masuk ke kamar losmen langsung kita tutup dan kunci pintunya, aku masih terdiam terus duduk di atas kasur sampai dia berkata, ‘OK, sekarang aku kasih kamu kesempatan liat dadaku, tapi jangan macem-macem yaa?.


Tiba-tiba saja Gita menarik kaosnya ke atas, dan langsung melemparkan ke atas tempat tidur. Lalu dia terdiam sambil menatapku yang juga terdiam, walaupun sebenarnya aku sedang terpana. Situs Slot online


Beberapa saat dia arahkan tangan kanannya ke pundak kirinya, digesernya tali BH-nya jatuh ke lengan. Lalu gantian tangan kirinya ke pundak kanan melakukan hal yang sama. Lalu tangan kanannya diarahkan ke punggung, tetapi tangan kirinya masih memegangi BH bagian depannya. Oh God.., Nafasku terasa berhenti di tenggorokanku.., BH-nya telah terlepas, tetapi masih ditahan bagian depannya oleh tangan kirinya. Gita terus memandangiku. Gita menggigit bibir bagian bawahnya. Agen Nada4D


Tiba-tiba ia berkata, ‘Aku nggak akan lepas ini, jika kamu nggak buka pakaianmu semuanya’ Aku ragu-ragu.., tetapi nafasku sudah tidak bisa diatur lagi.., aku buka kaosku.., aku buka jeansku.., lalu aku berhenti, tinggal celana dalam yang aku kenakan.., gantian aku yang menantang, ‘Aku nggak akan buka ini, jika kamu nggak lepas itu sekarang’ Gita diam sejenak lalu dia turunkan perlahan tangan kirinya dan akhirnya terlihat jelas buah dada nya yang kuning langsat dan benar-benar menantang.


Belum sempat aku rampung menikmati pemandangan ini, tiba-tiba ia melompat ke arahku dan mendorongku telentang di kasur, dengan cepat dia mencium bibirku. Aku yang masih kaget akan serangan mendadak ini tidak menyia-nyiakannya, kami saling berciuman, saling melumat bibir, ‘uugghh.., oohh..’, hanya kata itu yang Gita keluarkan.


Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya sudah terlepas. Kami sama-sama hanya memakai celana dalam saja, saling pandang tetapi itu hanya berlangsung 6 detik, dengan cepat ia menarik celana dalamku kebawah dan melepasnya.


Gita tersenyum dan sedikit tertawa, aku tak tahu dia senang melihat punyaku atau menertawai punyaku? Akupun tidak mau kalah, kutarik perlahan-lahan celana dalamnya sedikit demi sedikit, ternyata Gita sudah tidak sabar lalu dia tarik sendiri celana dalamnya dan melemparnya ke belakang, belum sempat celana dalamnya menyentuh lantai bibirnya sudah melumat bibirku,


‘oohh..’, kami sekarang benar-benar telanjang bulat. Gita mulai mencium leherku tapi itu tidak lama karena aku keburu membalik badanku. Sekarang gantian ia yang telentang di kasur. Situs Slot online Indonesia


Pemandangan yang indah sekali tetapi kali ini aku tidak mau lama-lama memandang, langsung aku berada diatasnya, kedua tangannya sudah kupegang dan tahan di samping kiri-kanan kepalanya. Aku ciumi lehernya, bibir, leher lagi. ‘Hhmmhh.., uugghh.., sstt’, cuma itu yang dia katakan.


Ciumanku sudah ‘bosan’ di leher. Aku mulai turun. Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia mengangkat dadanya. Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Aku langsung ciumi buah dada nya sebelah kiri, sedang tangan kananku mengelus-elus buah dada nya yang kanan.


Kali ini tangan kirinya sudah memegang kepalaku. ‘sstt.., hh.., sstt..’, mulutnya berdesis seperti ular. Dia menarik rambutku dan kepalaku dan mengarahkan kepalaku ke buah dada nya sebelah kanan. Dengan t’.


Lalu dengan gigiku aku mulai mengigit-gigit sedikit puting susunya, kiri-kanan, kiri-kanan selalu bergantian dan adil. Sementara dari mulut Gita terus keluar kata, ‘Teruuss.., teruuss.., yang keras.., aahh.., gigit Wan.., gghh.., sstt’. Sementara punyaku sudah tegang keras.


Kepalaku mulai turun lagi tetapi tiba-tiba ia berteriak kecil, ‘Wan.., Iwan.., uugghh.., sekarang ajjaah.., masuk’iin.., nggak usah pake mulut lagi.., masukin sekaraanng.., plizz..’. Aku langsung di dorongnya. Sekarang ganti posisi, aku yang telentang dan Gita berada di atasku. Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku.


Begitu posisinya tepat, Gita mendorongnya dengan kuat. ‘uugghh..’, sedang aku sedikit berteriak, ‘aahh’. Punyaku sudah terbenam di dalam selangkangannya. Gita terus menggerak-gerakan pinggulnya ke atas, ke bawah, kiri-kanan, naik-turun segala arah gerakan ia lakukan. Agen Bola Maxbet Terpercaya


Matanya terpejam, bibirnya digigit seperti menahan sesuatu, sering dari mulutnya keluar kata-kata, ‘oohh.., sshhtt.., uugghh.., sshhss.., sshhiitt.., aacchh.., oouuhh..’, nafasnya tidak lagi teratur. Kedua tangannya meremas-remas buah dada nya sendiri, kepalanya sering menengadah ke atas, ‘uugghh.., oohh.., sshhsstt’.


Sedangkan aku hanya sanggup meremas sprei di kiri dan kananku dengan kedua tanganku. Gigi atas dan gigi bawahku sudah saling menekan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku hanya suara nafasku saja yang terdengar. Kali ini aku yang mengambil alih ‘kekuasannya’ gantian kudorong tapi dia malah tengkurap, melihat pantatnya yang putih mulus.


Aku jadi tambah bernafsu untuk segera memasukkan punyaku ke punyanya. Aku angkat pinggulnya dan Gitapun mengangkat badannya dengan kedua tangan dan kakinya. Sekarang posisinya seperti mau merangkak.


Langsung tanpa tunggu waktu lagi aku mencoba memasukan ‘adikku’ ke lubang vaginanya. ‘Mmaasuukkiinn.., ceeppeett..’, Gita memohon kepadaku tapi belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya punyaku sudah masuk ke vaginanya. ‘oohh..’, dari mulutku keluar kata tersebut. Dengan semangat aku mulai mendorong ke depan, menarik, mendorong, menarik terus menerus seiring dengan gerakanku.


Gerakannyapun berlawanan dengan gerakanku, setiap aku mendorong ke depan ia mendorong pantatnya ke arahku diiringi desahan dan leguhan dari mulutnya. ‘uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..’. Tiba-tiba ia berteriak, ‘Iwaann.., sshh.., oohh’, aku merasakan sesuatu keluar dari dalam lubang kemaluannya tapi, ‘oohh.., oohh.., aacchh.., Gitt.., aakku..’. Akupun merasakan kenikmatan yang tiada bandingannya seiring dengan keluarnya cairan dari dalam punyaku. ‘oohh.., uugghh’, banyak sekali cairanku keluar. ‘Terus Wan.., keluarin semuanya..’, pinta Gita.


Tubuhku terasa sudah tidak kuat lagi berdiri. Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Gita langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku. ‘Gita sayang sama Iwan’, hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu matanya terpejam sambil terus memelukku.

Cerita Sex Panas Anak kuliahan

Cerita Sex Panas Dewasa Ngentot Bersama Sepupuku Di Tempat Gym, Mulai dari dua barbel kecil masing-masing seberat 5 kg terasa sudah menjadi lebih berta saat di ayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah memercik di sekujur tubuhku saat aku melihat melalui cermin sebesar pintu di hadapanku yang telah tumbuh dan berkembang.


Bila dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah cantik. Aku hanya tersenyum saat aku lalu memakaikan kedua paku baruku dan mengusap keringat di keningku. aku melihat jam di 22:39.


Ya, selama jam-jam ini aku biasa bekerja keras membentuk otot-otot di tubuh aku. Atmosfernya sepi dan udara sejuk yang sangat aku suka. Kamar kos aku di pinggiran utara Jogja memang dingin. Makanya aku sangat asyik naik di sini sejak resmi menjadi mahasiswa sampai hampir ujian akhir aku yang memasuki semester kedelapan ini.

Ini kebiasaan aku, aku selalu berolahraga telanjang, jadi aku bisa melihat tubuh aku sendiri melalui cermin yang tumbuh semakin hari semakin indah. berkulit coklat tua Rambut kasar menutupi hampir semua lengan tangan dan kakiku dan dadaku jatuh ke bawah, lebih lagi di pangkal pahaku.


Rambutnya tumbuh dengan batang rahangnya yang selalu dihangatkan olehnya. Kuraba-grouch batang pangkal paha yang mulai ereksi ereksi ini. Hmm, oh, ini sangat menarik. Air keringat aku juga membasahi penis dan testis aku.


Dengan duduk di kursi plastik aku berfantasi jika ini dilakukan oleh seorang wanita. Membelai zakas aku yang aku ukur memiliki panjang 16 sentimeter dengan garis lingkar 5 sentimeter! Mataku hanya mengerem sendiri menikmati sensasi cantik ini.


Perlahan aku mulai mengolesi zakark aku dengan air liur aku sendiri. Sekarang, sambil memegangi rahangnya, aku terus mengocok lembut ke tempo cepat.


Aku menikmati semuanya dengan sensasi luar biasa saat tiba-tiba pintu kamar kosku mengetuk perlahan. Neraka, aku tertegun sejenak, terutama saat aku mendengar suara seorang gadis yang belum lama kudengar. Game Slot Online


“Mas, Mas Andi, ini aku, Netty!”


Netty? Sepupu aku dari Pekalongan Kenapa malam ini datang ke Jogja? Gila! Aku buru-buru membungkus handuk kecil saat aku bergegas menuju pintu untuk membukanya. “Netty?” Kataku sambil menggeser posisi berdiriku untuk memberi jalan bagi sepupu tomboyku yang terkenal.


Netty terus masuk saat melempar ranselnya dan berlari ke kamar mandi yang tersedia di setiap ruangan kos ini. Sejenak aku melihat ke luar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan keheningan. Pintu belakang tertutup dan aku terkunci. Aku menarik napas dalam-dalam saat melihat tas ransel Netty.


Tak lama setelah Netty keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang tebal dan panjangnya acak-acakan. aku sedikit terkejut saat menyadari bahwa sekarang Netty hanya memakai kaos khas Jogja. Rupanya ia melepas jins ketatnya di kamar mandi.


Kulit pahanya yang ketat dan kencang terlihat jelas. “Ada apa lagi, hmm? Bisakah nilai buruknya lagi di sekolah dan kemudian dimarahi ibumu?” Tanyaku sambil mendekat dan membelai rambutnya, Netty diam saja. Anak SMA tahun kedua ini keras kepala. Mungkin sifat tomboynya membuatnya begitu.


Tidak mudah untuk mengatur dan hanya ingin sendiri. Jadi, aku sering kewalahan jika tiba-tiba dia meminta perlindungan aku. aku memiliki pengaruh dalam keluarganya.


Netty hanya berdiri di depan cermin tubuhku. Meski wajahnya merunduk, aku bisa melihat bahwa dia menatap tubuhku yang setengah telanjang.


“Lama ya Mas, Netty tidak ada di sini.”


“Hampir lima tahun,” jawab aku lebih dekat dan kemudian aku perhatikan bahwa lengan dan tangannya sedikit tergores.


“Pertarungan lain, ya? Gila!” Kataku, kaget melihat memar di leher, wajah, kaki dan tempat lain.


“Netty hilang, Mas Dikalahkan oleh sepuluh orang jalanan Nyeri semua, ouih Mas, jangan bilang Pak Ibu ya, kalau Netty kemari .. Aduh ..!” Teriak Netty menempel dadanya. Slot Judi Online


“Apa yang anda rasakan Ir? Dimana rasa sakitnya, dimana?” aku meminta untuk menahan tubuhnya yang akan roboh.


Tapi kuatlah Netty yang bisa berdiri mundur dengan tidak stabil sambil memegang lenganku.


“Seluruh tubuhku terasa sakit dan sakit, Mas, ouh!”


“Biarkan Mas melihat, ya, tidak apa-apa khan? Tidak malu, to?” aku mendesak agar terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Netty yang ketat bongsor. Netty hanya mengangguk dengan tenang.


“Ah, Mas Andi. Netty bahkan pengin seperti dulu lagi, kita mandi bersama .. Netty merindukan Mas Andi massa pijitan!” Kata Netty tersenyum malu.


Edan! aku merasa semakin banyak pangkal pahaku mengeras. Dan itu terlihat jelas pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak disodok. Dan Netty juga bisa melihatnya. Perlahan keluarkan T-shirt Netty.


Sesaat dia merasa malu, tapi kemudian dia melepaskan tanganku BH 36B dan CD krim krim kental. aku kaget dan pada saat bersamaan terangsang hebat. Dalam tubuhnya yang indah mulus, banyak memar menghiasi tubuhnya. Aku berjalan mengelilingi tubuhnya yang telanjang.


Gemetar, jari-jariku melesat melintasi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan punggungnya. Untuk waktu yang lama aku meraba-raba dan membelai dan dengan lembut meremas payudaranya yang matang. “Mas Andi .. Mas enak, lanjut yaa .. oh, ouh ..!” Minta mulut Netty saat menguatkan. Mulutku sekarang bergerak ke dada Netty. Perlahan kuhisap dan kukulum susu puting susu yang lezat bergantian kiri dan kanan.


Sementara kedua jariku terus meremas tenang dan bertambah keras. Mulut Netty semakin merengek agar aku bisa melakukan lebih berani dan berani. Netty menantang aku, sedotan di puting susu lebih dan lebih aku kukelingaskan saat kuselingi dengan memutar putingnya dengan geram.


“Umuh, oh Mas Andi, lebih keras .. lebih kuat, ouh!” Netty tubuh menggelinjang sambil berpegangan ke pundakku. Puting Netty kenyal dan menggairahkan. Aku merasa kedua puting Netty telah mengeras sepenuhnya. Aku merendahkan diri, mulutku ke kulit tubuh Netty yang telanjang, menyapu perutnya dan turun lagi.


Rambut kemaluan Netty rupanya telah dicukur, jadi apa yang sekarang ada adalah gundukan daging lembut yang terbelah dalam celah yang ketat dan ketat. Sekali lagi, mulutku langsung menerkam bibir alat kelamin Netty dengan nafsu. Aku terus mendorong mulutku ke kokpitnya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilat klitorisnya di sana. Netty benar-benar sangat seru.


Dalam hubungan seks, aku memiliki jadwal rutin dengan pacar dokter gigi aku. Dan bila dibandingkan, Netty lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya menumbuk bibir kemaluan Netty, tapi juga mengisap liar, menggigit sedikit dan menjilati.


Tanpa sadar handuk aku terlepas dari dirinya sendiri. aku sudah merasakan batang pangkal paha yang diminta untuk memukul rongga lawan lawan. Sekali lagi, aku segera bangkit dan meminta Netty berjongkok di depan aku.


Gadis itu hanya dipatuhi. “Buka mulutmu, Dad, buka!” Aku memohon saat membimbing pangkal pahaku ke mulut Netty. Gadis itu awalnya menolak, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Netty melakukannya. Netty mulai mengisap pangkal pahaku sambil meremas zakarkaku.


Ahk, itu indah dan seru. Akta Netty ini nampaknya lebih binal dibanding Sinta. Jari-jari Netty sesekali menyelinap dengan mengocok pangkal pahaku, lalu menelannya dan menghancurkan dengan senang hati.


“Terus Dik, ayo, yeeahh, ouh .. ouh .. auh!” Aku meneriakkan kegembiraannya. Keringat kembali ke tanah. Aku ikut menikam pangkal pahaku di mulut Netty, jadi gadis cantik ini menjadi berantakan. Tapi aku lebih dari senang. Sekarang aku tidak bisa menahan puncak puncak orgasme. Dengan cepat aku memuntahkan sperma aku ke dalam mulut Netty yang masih mengisap ujung batang aku.


“Croot .. creet .. crret ..!”


“Tertelan Dik, ayo kita telan habis, dan bersihkan lepotannya!” aku bilang itu dipatuhi oleh Netty yang awalnya ingin meludahkannya. Aku bisa bernapas sedikit. Netty telah menjilat dan membersihkan pancaran airku di ujung ayam.


“Maass, oh, ini aneh ..!” Kata Netty saat aku diminta berdiri. Sejenak kami saling memandang. Kami kemudian saling berpelukan dengan hangat dan lembut. aku merasakan urgensi payudaranya yang kuat menggelitik nafsu aku lagi.


“Ayo Dik, menungging di depan cermin!” Kataku sambil menunjuk tubuh Netty untuk menungging. Netty manut. Segera aku terus menggali selangkangan aku ke duktus kemaluan Netty melalui belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan sangat cepat. Slot Game Indonesia


“Aduuh, auuh .. ouh .. ouh .. aah .. oh, sakit, sakit mas!” Mulut Netty ternganga. Tapi aku tidak peduli, saudara sepupu aku hanya terus memperkosa dengan gembira. Memegang kedua pinggul itu, aku menari pangkal pahaku di publisitas Netty.


“Sakiit .. ouhh ..!”


“Blesep .. slep .. tidur ..” suara senggama begitu indah.


Netty terus bergoyang-goyang.


aku langsung menarik pangkal paha, membalikkan posisi tubuh Netty yang kini di punggungnya dengan kakinya aku minta melipat tubuhnya. Sementara kedua tangan menggenggam lipatan kedua kaki. Sekarang aku bekerja lagi untuk bercinta dengan Netty.


“Ouuh .. aahhk .. ouh .. ouh ..!”


Sambil memegangi tubuhku yang menempel di payudaranya, aku terus saja dengan sengit menusuk alat kelamin Netty dengan pangkal pahaku.

Cerita Sex Panas Dewasa Ngentot Bersama Sepupuku Di Tempat Gym

Cerita Sex Panas Dewasa Ditinggal Om Berlayar, Aku Nikmati Tubuh Tanteku Yang Seksi, Saya memang sudah lama berencana untuk jalan-jalan ke kampung halaman. Cerita ini bermula dari liburan kuliah saya ini. Tidak terasa pesawat yang saya tumpangi sudah mendarat di bandara. Saya bingung, ke mana kamu pergi? Saya belum lama di sini. Tiba-tiba seseorang menepuk punggungku.


“Hei, sudah lama tidak bertemu yah?”

Saya bingung, siapa bibi ini.

“Masih ingat tidak sama bibimu ini”? dia berkata.

Saya hanya menggelengkan kepala. “Aku bibi Linda,” katanya.


Ooo..iya aku segera mengingatkan adik kakakku. Dialah yang menjemputku. Singkatnya saya berada di rumahnya. Setelah makan siang, dia mengundang saya untuk mengobrol di ruang tamu. Saya bertanya kepadanya, bagaimana sich tenang ?? Dia berkata, ini adalah situasi setiap hari. Om boy masih berlayar, sepupuku yang merupakan satu-satunya gadis yang diajarnya.

Cerita Sex Panas Dewasa Ditinggal Om Berlayar

Ketika bibi saya ingin mengambil gelas minumannya, saya tidak sengaja melihat bagian tengah dadanya yang hanya dibungkus dengan kaos ketat dan tipis (ngaa ‘gunakan BH !!). “Adikku” segera neraka, nich nich bahaya kalau ketahuan, pikirku. Ketika saya berdiri, saya berkata saya ingin beristirahat. Dia berkata:


“Tolong, karena aku ingin beristirahat juga.”


Sesampainya di kamar, perasaan saya jadi tidak terlupakan, karena saya masih ingat bibi putih Linda tadi. Saya segera mengunci pintu ruangan, lalu beronani ria sambil membayangkan wajah bibi Linda yang sedikit mirip dengan milik Krisdayanti. Oo benar-benar baik “croott..croot..crot ..” Saya sudah keluar rupanya. Saya harus menemukan cara untuk merasakan dada putih tadi. Kalau dipikir-pikir itu, aku tertidur.


Saya terkejut dan bangun karena tiba-tiba saya merasa kedinginan. Wow itu gelap, di mana hujan lagi. Saya menutup jendela kamar saya, lalu saya keluar. Rumah ini diam dan sunyi. Saya pergi ke dapur, hanya menemukan bahwa Ijah sedang mencuci piring. Saya bertanya kepadanya,


“Di mana Ibu Bi?”.


Bi ijah menjawab bahwa bibiku sudah tidur setelah makan dan sepupu saya tinggal di rumah seorang teman. “Aku seorang dech kamar”, pikirku. Ketika menuju ke kamar, saya tidak sengaja melewati kamar bibi. Pintunya tertutup. Mengingat dada putih sore itu, saya bersemangat melihat, bagaimana sich bibi Linda saat tidur. Perlahan-lahan mengintip melalui lubang kunci. Tapi benar-benar gelap. Rupanya lampu di kamar sudah padam. Slot Judi Terbaik


Semakin penasaran aku berhasil. Saya mencoba menarik kenop pintu, ahaa .. itu tidak terkunci. Sambil melihat kiri dan kanan, saya pergi ke kamar bibi. Peluang saya pikir. Ada tante lembut tante di tempat tidurnya. Perlahan aku merayap ke tempat tidurnya. Kimono tente Linda terkena sedikit ke atas, sehingga memamerkan pahanya yang putih mulus.


Penis saya segera bereaksi. Perlahan lemparkan pahaku, saat aku menurunkan celana pendekku. Bibi Linda tidak bergeming sama sekali, dia tertidur lelap sekali sehingga membuatku lebih berani. Batang penisku semakin besar. Tanganku naik ke atas, menyentuh kulit bukit bibi Linda.


Bibi menghela nafas, aku akan menarik tanganku. Ketakutan tertangkap. Tanganku kembali ke paha dan sekitarnya. Sambil menggoyangkan penisku, aku mencari lubang vagina untuk bibiku Linda. Terasa hangat di tanganku. Rupanya bibi Linda tidak memakai CD saat tidur. Perlahan-lahan saya membuka tali kimono yang ada di pinggangnya.


Ada tubuh putih bibiku dengan dada 36B (aku benci). Aku berbaring di samping bibinya. Tiba-tiba bibi itu bergeser ke arah saya, membuat saya lebih asing. Saat saya menusukkan jari saya ke dalam vagina, saya perlahan-lahan beristirahat di bibi saya, Linda.


Tapi satu tangan saya saya gunakan sebagai dukungan saya. Perlahan-lahan aku mendorong penisku ke vaginanya yang sudah basah. Tapi masuknya sangat sulit. Dan tiba-tiba dia mengerang. Saya menahan napas. Rupanya dia tidak sadar apa yang akan terjadi padanya. Dengan memastikan target yang tepat, tangan saya digunakan sebagai dukungan saya. Aku mencolek vaginanya, penisku tenggelam.


Saya sedang menunggu reaksi bibi. Tidak ada (mungkin dia memimpikan seks dengan Om Boy). Dengan dorongan kuat, aku memasukkan penisku ke dalam rongga vagina bibinya sampai benar-benar pingsan. Bibi Tercekik Linda shock.


“Apa yang sedang kamu lakukan ??” dia berkata.

“Penisku ingin merasakan vagina bibiku,” kataku.


Bibi terus memberontak. Tapi berapa kekuatan tubuh wanita tinggi 165 yang beratnya sekitar 55, terhadap saya yang bertinggi badan 180 cm. Sambil terus melempar penisku keras-keras, terdengar suara squeal dan desahan tante Linda yang sudah mulai menikmati besarnya penisku. Ketika saya hendak keluar, saya berhenti bergoyang. Rupanya dia marah.


Dia berkata, “Jika Anda tidak ingin melaporkan Anda kepada ayah Anda, terus goyangkan penis Anda”.


Saya tersenyum dan berbalik bibi. Aku mengangkat kimononya dan berkata, aku ingin bibi rakun. Tante Linda terkejut, tetapi pantatnya tidak pernah masuk ke penisnya. Saya juga dipaksa dengan tusukan keras dan berteriak histeris bibi, kutusuk keledai dengan segenap kekuatan saya.


Terasa sumpek dan licin karena darah bibi Linda rupanya. Tidak lama setelah saya menarik air saya ke bibi. Malam itu saya melakukannya berulang kali, saya benar-benar membuat seorang bibi lelah sampai hampir pingsan. Kami melakukannya saat berada di sana. Situs Slot Online Terpercaya


Sampai sekarang saya masih memikirkan perbuatan saya kepada tante saya, Linda, dan saya ingin selalu melakukannya lagi bersama-sama jika saya melihatnya lagi nanti.

Cerita Sex Panas Dewasa Ditinggal Om Berlayar

Cerita Sex Panas Menikmati Tubuh Karyawan Magang, Nama saya adalah Bayu, pada waktu itu saya bekerja sebagai manajer, dan setelah semua, saya mendapatkan Anda dengan memperlakukan baik pada saya. Saya tidak perlu tahu apa pun tentang apa yang saya katakan, tetapi aplikasi profesional saya selalu sama dalam praktik saya.


Dari apa yang saya lihat atau tidak, saya bisa melihat apakah namanya Emi. Perancang Amy White bersih seperti yang Anda miliki. Tubuhnya cantik dan seksi. Terkadang hal itu tampak yang paling menakjubkan dalam hidup saya, setelah saya ingin bebas meskipun hidung saya tebal.



Amy telah memasuki rumah ketika dia datang untuk bertanya pada saya atau tidak. Sesampai di rumah Anda, saya terus mendapatkan beberapa hal yang saya sukai. Saya melihat sepasang tombol yang penuh dengan kemeja putih.


“Maaf, Pak, saya ingin meminta tanda tangan untuk beberapa dokumen,” sudah diambil karena hari-hari sebelumnya.


Dia mengaku sudah lama menikmatinya.


“Oh ya, silakan duduk, Amy,” jawabku.


Ketika saya mengambil sebagian, tidak berhasil, jangan lupa mata saya menatap si gemuk. Saya mencoba memecah keheningan dengan berbicara dengannya, Game Slot Indonesia


“Kamu benar-benar cantik, m, tapi perasaan kemarin aku menggunakan baju ini terus,” aku bertanya.


“Hehehe Ya pak, aku suka baju ini jika bisa dipakai di tubuhku, kenapa tidak pak?” Dia bertanya lagi.


“Tuan Kog, aku juga suka kalau kamu memakai baju yang terlihat sangat cantik,” seperti yang aku katakan, dan aku menggodanya.


“Ah, kamu bisa,” jawab Amy sambil tersenyum.


“Ngomong ngomong, kamu sudah punya pacar, kan?” Saya bertanya lagi.


Dia menjawab singkat: “Ya, pak.”


Mendengar jawaban Amy mengecewakan, tetapi saya terus berusaha memancing percakapan lain. Setelah saya menandatangani semua dokumen, dia mengucapkan selamat tinggal untuk keluar dari kamar saya. Lagi pula, saya juga suka berada di rumah dan masih bersama saya.


Atas permintaan saya, saya mengatakan kepadanya untuk tidak memanggil saya ayah, tetapi hanya menyebut nama saya Bayu. Dengan siapa saya berhasil menutup, saya berhasil melakukan lebih banyak, dan setelah semua, saya memiliki tubuh saya.


Semua hari saya berhasil melakukan semuanya, jadi saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin melepaskan saya dan tweet. Tiba-tiba, janji pertamaku adalah pada hari yang sama.


Semuanya harus dikatakan tentang ini, hanya itu yang aku tahu. Anda dapat mencampur pengetahuan saya dengan yang sama, dan entah bagaimana saya menyukainya. Saya ingin mengatakan bahwa saya ingin lebih nyaman ketika saya memulai program.


Beberapa minggu kemudian saya mulai bertanya kepadanya tentang kehidupan pribadinya lebih dalam. Obrolan saya sedikit demi sedikit kami membahas seks. Ternyata, bertentangan dengan harapan saya, dia telah menceritakan seluruh kehidupan pribadinya secara rinci.


Pikiranku mulai bertindak kotor. Tanpa diduga, dia mengatakan kepadanya bahwa sebagai wanita normal, dia perlu membelai pria itu. Namun, saya mungkin ingin tahu apa yang saya inginkan. Banyak yang saya katakan adalah bahwa informasinya sama baiknya dengan apa yang saya miliki, jadi saya tiba-tiba menunda. Di sana dia memberi tahu kami apa yang sedang saya lakukan.


Sepertinya kami makan malam di restoran, katanya kami diberitahu bahwa saya sendirian atas nama teman saya. Sungguh menakjubkan bahwa saya menerima semua yang telah dilakukan. Saya sangat senang secara fisik memeluk secara spontan.


“Ya, Tuan, kamu malu dan tidak dilihat oleh banyak orang,” kata Emy.


“Maaf … maaf,” jawabku. Tetapi saya berhasil melakukannya, tetapi saya terus meminumnya.


Setelah saya mulai, saya mulai dan mendapatkan segalanya ketika Emi berhasil mendapatkannya ketika dia pergi. Diriku dan keyakinanku, dan akhirnya aku akan dibebaskan seperti yang aku inginkan. Saya sangat senang malam itu. Sekitar 30 menit kami tiba di kamar hotel.


Tanpa mempercepat, saya tidak berhenti menggunakannya, saya mulai menggunakannya pertama kali pada saat yang sama dan belajar untuk tidak mengkonsumsi apa pun tetapi ini pergi. Tidak lama setelah kami berdua mulai membuat. Terlalu lama kita saling menghancurkan.


Untuk menebus atmosfer, saya mendorong tangan saya ke keranjang. Kuremas perlahan-lahan gemuk. Tubuh Amy berjalan untuknya. Tidak lama setelah saya memindahkan tangan saya ke rok mini yang bisa mengambil celana dalamnya langsung dengan tipe G-string. Gadis ini benar-benar nakal, di bagian terakhir Amy masih berambut hitam yang memiliki payudara. Meskipun mayat mendapat izin di pagi hari.


Lalu aku menarik tangan Amy, untuk membuat penisku. Dia dengan brilian melekat dan masih memegang penisku.


“Wow, teluknya terlalu besar,” katanya kagum.


“Ayo sekarang Amy,” kataku.


Tanpa memesan dua kali Amy langsung melahap penisku.


“Wuhh … Ihhhhhhhh …” kataku. Setelah semua, saya mungkin telah Amy menggigit tip saya.


“Aku, ayo sekarang, aku tidak mampu lagi” Bape lagi.


Tubuh Amy ditempatkan di tempat tidur dan kemudian membungkuk di atas tubuhnya, perlahan aku menunjuk kemaluanku ke dalam lubang vaginanya, Amy menutup mata.


“Ssssttthhh … aaahhhh …” desah Amy.


“Pelan-pelan, bro, sayang …” lanjutnya.


“Ya, tenang saja Emmy … jangan gugup,” saudaraku mencoba meyakinkan Emmy bahwa jika dia menusuk kontolku itu tidak akan menyakiti lubang vagina.


Saya mendorong penisku perlahan-lahan ke vagina gemuk. Tidak terlalu sulit untuk memukul vagina Emmy selain menjadi vagina perawan Emmy sudah kewalahan oleh lendir perempuannya.


“Blesss ..” memasukkan semuanya ke dalam lubang vagina. Aku perlahan-lahan tersumbat penisku saat memainkan puting lidahku sebagai balasannya. Kelihatannya di mata Amy lebih berkaca-kaca, pertanda bahwa gairah Emmy meningkat.


“Aaahhh … yeesss …” desah Amy.


K’mi pernah di surga. Ada benda yang selalu bisa mencapai puncak. Situs Slot Online Terbaik


“Mari … Plook … Plook …” Aku baru saja mendorong penisku ketika aku memukul vaginanya.


“Ooohh Bayuuu itu benar-benar bagus, aaahhh … terus, bro … Ahhhhh …” Amy bingung.


Setelah saya memiliki sesuatu yang hangat, saya berakhir di akhir karier saya.


“Hmmmm … Ouuuwwww … aku mengerti, Bro, aku tidak bisa …”


“Cröооооt … crooot … crooot …” Semua sperma saya dalam irama Amy. Sebagian besar sperma saya hancur di tempat pertama setelah keluar dan beralih ke bibir vagina.


“Aaaahhh … itu sangat bagus” Aku harus Amy dan aku baru saja mendapatkan semuanya dan aku masih memiliki favoritku.


Lagipula, sperma yang buruk, aku terlalu buruk untuk mendapatkan penisku. Aku kesepian karena vaginanya masih tersisa.


“Terima kasih, aku … kamu memberiku kepuasan …” kataku sambil menerima dahinya.


“Ya Bayu itu sama …” jawabnya.


Dia terbaring mati di tempat tidur setelah 30 menit. NGBL … Aku tahu itu … Slingling … selempang seperti … bahkan setelah … adalah saat berikutnya aku meledakkannya.


“Terima kasih sekali lagi, sayangku, itu yang aku maksud,” aku bisa berakhir lagi.


Karena malam sudah larut, kami bahkan berhasil bertemu bersama untuk segera kembali ke rumah, dan saya diberi tahu bahwa Amy telah menerimanya. Aku akan membawanya pulang sampai aku pulang.


Setelah kejadian itu, kami menjadi kekasih dan jika kami punya waktu luang kami akan pergi ke hotel.

Cerita Sex Panas Menikmati Tubuh Karyawan Magang

Cerita Sex Panas Perampokan Berujung Kenikmatan, Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.


Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Farhan Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Sophie (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.



Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Farhandan Sophie mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.


Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.


Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah, teriak seorang lelaki yang memimpin.


Ini perampokan, pikir Farhan. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Farhan mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.


Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.


Farhan dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.


Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.


Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Sophie istrinya.


Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.


Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.


Farhan mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Sophie. Farhan lega, ternyata Sophie berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Farhan meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.


Tubuh Sophie dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.


Dalam suasana tegang itu, Farhan melihat satpam dan Sophie terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.


Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Farhan bersyukur, Sophie dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Sophie membuak ikatan Aris.


Untung kita nggak diapa-apakan ya ma.., kata Farhan merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.


Bagi Sophie, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.


Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Sophie risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.


Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Sophie melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.


Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya.., kata satpam Partodi. Sophie mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.


Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Sophie dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Sophie sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.


Terus bagaimana caranya,” tanya Sophie menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.


Partodi lalu menjelaskan pada Sophie bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis. Game Slot Online Terpercaya


Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya mungkin akan berhasil, kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Sophie berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Sophie tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Sophie bila tertindih.


Posisi Sophie sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Sophie menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.


Sophie terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Sophie naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Sophie, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Sophie.


Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya, Partodi berbisik pada Sophie. Entah mengapa kata-kata goyang yang dibisikan Partodi membuat Sophie risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.


Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Sophie.


Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan.., Sophie berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Sophie. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Sophie.


Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari, Partodi agak gugup dan malu menyadari Sophie mengetahui penisnya mulai bangun.


Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya.., kata Sophie. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Sophie juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.


Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.


Sophie kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.


Bagian perut Sophie sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Sophie berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.


Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,” suara Partodi semakin parau. Tubuh Sophie yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Sophie kini sudah diatas melewati ujung penisnya.


Sophie setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.


Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Sophie justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.


Enghhh..,” Sophie melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Sophie. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Sophie yang terhalang CD.


Sophie terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Sophie.


Enghh.. ahhss.., Sophie mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Sophie merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.


Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih.., Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Sophie secara langsung, karena sisi CD Sophie yang membasah tergeser ke samping.


Sophie berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Sophie tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.


Sophie mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.


Konsentrasi Sophie gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Sophie.


Ough.., Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Sophie. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Sophie.


Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Sophie, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Sophie akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.


Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.” kata Sophie, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Sophie serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.


Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini.., jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.


Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,” kata Sophie dengan nafas berat.


Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,” Partodi polos ketakutan.


Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm… enghhmmmpp… ahssstt banngghh… ahhhkksss,” Sophie mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.


Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Sophie lebih besar dan padat dari penis Farhansuaminya. Sophie merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.


Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas, Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Sophie.


Iya bang.. hmmmpphh aahhss… banghhsss.. emmpphh.. ahssss,” Sophie berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Sophie tak mungkin menaikkan tubuhnya.


Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss..,” Sophie kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.


Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.


Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Sophie. Sophie sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.


Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk… enghhhmm,” Sophie semakin mendesah, kini pinggul Sophie melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.


Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Sophie dan meremasi payudara Sophie. Taruhan Slot Online


Emmphhh… banghhsss emmphhhhsss, Sophie semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.


Partodi meloloskan susu Sophie dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Sophie, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Sophie agar penisnya mengakses jauh vagina Sophie. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Sophie, tangannya menekan dan meremasi pantan Sophie membuat Sophie semakin mendesis.


Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,” Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Sophie. Ya pinggul Sophie sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Sophie.


Akhh banghh… sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,” Sophie sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.


Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss.., Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Sophie tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.


Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh… akhhsss.. ouhh…,” tangan Sophie yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Sophie semakin liar.


Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Sophie sehingga kini Sophie ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Sophie secara utuh. Cairan vagina Sophie menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.


Sophie merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.


Oughh.. banghhhss… akhhsss.. sayaahhh banhgg… akhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangghhsss… ouhhhggg…,” Sophie merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.


Aghh… ahhh… yehh… buhhh… akhhsss uhhh…mmmpphhh..,” Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Sophie dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Sophie sambil bibirnya langsung melumat bibir Sophie. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.


Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.


Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu. Saya hilaf… engg..,”


Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf..,” Sophie memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.


Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Sophie mencari Farhansuaminya yang terikat di lantai dua. Sophie menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Farhandari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya.(Tamat)

Cerita Sex Panas Perampokan Berujung Kenikmatan

Cerita Sex Panas Nikmatnya Bercinta dengan Saudari Tiriku - Namaku Ben. Ketika saya masih di sekolah menengah di kelas 3, pada waktu itu saya hanya tinggal selama satu bulan dengan ayah tiri saya. Ibu menikahi orang ini karena dia tidak dapat hidup lama sebagai janda.


Apa yang saya tidak harapkan adalah ayah tiri saya memiliki 2 gadis yang keren dan seksi, yang memiliki sekolah yang sama dengan saya, namanya Lusi dan yang satunya lagi di perguruan tinggi, namanya Riri. Lusi sangat cocok jika digunakan sebagai bintang untuk iklan obat bangunan tubuh, yah, jika Riri adalah yang paling cocok untuk iklan BH dan suplemen payudara.


Sejak pertama kali saya hidup, saya selalu bermimpi bahwa saya bisa memilikinya, tetapi keinginan itu selalu dipatahkan oleh berbagai hal. Dan sore ini terjadi bahwa tidak ada seorang pun di rumah selain saya dengan Lusi, ini juga saya kelelahan karena saya baru saja kembali dari sekolah. “Lus! Jika ada kebutuhan untukku, aku ada di kamar,” aku berteriak dari ruangan. Saya mulai menyalakan komputer saya dan karena saya terlambat, saya mulai berselancar ke situs porno favorit saya, tetapi tidak lama setelah Lusi pergi ke ruangan membawa buku, sepertinya dia ingin bertanya. “Ben, kemarin kau sudah memberi tahu Biologi, aku sudah antre!” Dia berkata dengan suara manja. Terlepas dari komputer saya yang memutar film BF melalui internet, saya memberinya sebuah buku di rak buku saya yang cukup jauh dari komputer saya.


“Lus …! Nich, buku itu, maka aku sudah siap,” kataku.


Lusi tidak memperhatikan saya tetapi malah melihat film BF di komputer saya.


“Lus … kamu hanya tercengang!” Saya mengatakan pura-pura tidak tahu.


“Eh … ya, apa yang kamu mengatur Ben! Aku berkata konyol,” kata Lusi.


“Yah, kamu baru saja melihatnya, aku tahu kamu juga menyukainya,” jawabku.


“Mending kita nonton bersama, tenang saja, aku diam,” aku bertanya mencoba mencari peluang.


“Sungguh, kamu tidak bilang?” Dia berkata dengan ragu.


“Suwer dech!” Saya berkata sambil membawanya kursi.


Lusi mulai serius menonton setiap adegan, sementara aku serius untuk terus menatap tubuhnya.


“Lus, sebelum kamu pernah nonton bokep no?”


“Dulu, saya punya VCD,” jawabnya.


Wow gila juga, gadis, diam-diam nakal juga.


“Untuk ML?” Saya bertanya lagi.


“Belom,” katanya, “tapi kalau aku sering melakukannya sendiri.”


Wow, semakin berani aku, apa yang ada di pikiranku sekarang hanyalah ML dengannya. Bagaimana bisa “Beni Junior” terpuaskan, tak peduli saudara tirinya, yang penting nafsu saya sudah hilang.


Melihat dadanya berfluktuasi dengan gairah, saya menjadi lebih terangsang, dan batang alat kelamin saya menjadi lebih tegang.


“Lus, kamu ngeri yach, jadi kamu ingin nonton,” aku bertanya memancing.


“Ya, nic Ben, aku akan ke kamar mandi sebentar,” katanya.


“Apa yang kamu lakukan ke kamar mandi, lihat?” Aku berkata sambil menunjuk celanaku.


“Kasihanilah Beni kecil,” kataku.


“Pikiranmu bukan orang yang tidak bisa melakukannya,” katanya, meninggalkan kamarku.


“Tenang, rumah sepi lagi, aku diamkan dech,” kataku memancing.


Dan ternyata dia tidak tertarik, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sementara tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok kemaluannya, dan inilah yang membuat saya tidak menyerah. Kukejar melanjutkan, dan tepat sebelum memasuki kamar mandi, aku menarik tangannya, aku memegangi kepalanya dan kemudian segera mencium bibirnya. Sejenak dia menolak tapi kemudian dia mengundurkan diri, bahkan menikmati setiap permainan lidahku.


“Aku akan memberimu pengalaman yang paling memuaskan,” kataku, lalu terus menciumnya. Tangannya membuka pakaian sekolah yang masih kami kenakan dan juga dia membuka bra dan meletakkan tanganku di dadanya, elastisitas dadanya sangat berbeda dari gadis-gadis lain yang aku sentuh.


Perlahan dia membuka roknya, celana dan celana dalamku. “Ayo pergi ke kamar!” Dia bertanya setelah kami berdua telanjang,


“Terserah kamu,” kataku,


“Yang penting aku akan memuaskanmu.” Saya tidak pernah berpikir dia berani menarik penisku saat berciuman, dan perlahan kami berjalan menuju kamarnya.


“Ben, kamu berbaring, kita pakai 69” atau tidak? “Dia berkata sambil mendorong saya ke tempat tidurnya. Dia mulai menindas saya, membawa vaginanya dekat ke wajah saya sementara penis saya diambil, saya mulai mencium vaginanya yang basah, dan bau kewanitaannya membuat saya lebih bersemangat untuk segera memainkan klitorisnya.


Tidak lama setelah saya memasukkan lidah saya, saya menemukan klitorisnya dan kemudian saya mengisap, menjilati dan kadang-kadang bermain dengan lidah saya, sementara tangan saya bermain di dadanya. Tak lama kemudian dia melepaskan emosinya.


“Jangan hentikan Ben … Ach … mempercepat Ben, aku ingin keluar! Ach … ach … aach … Ben … aku akan … di luar,” katanya serempak dengan menyemprotkan cairan kental dari vaginanya. Dan kemudian dia lemas dan berbaring di sampingku.


“Lus, sekali lagi, aku belum keluar,” kataku.


“Tunggu sebentar, ya, aku bosan,” dia menjelaskan.


Saya tidak peduli dengan kata-katanya, lalu saya mulai mendekati vaginanya.


“Lus, aku datang sekarang,” kataku sambil perlahan memasukkan penisku.


Tampaknya Lusi tidak sadar, dia hanya tertutup mencoba untuk beristirahat. Vagina Lusi masih sangat sempit, penisku dibuat hanya diam-diam di pintu. Saya perlahan membukanya dengan tangan saya dan terus berusaha memasukkannya, dan akhirnya berhasil mendapatkan penis saya menjadi dua, sekitar 7 cm.


“Jangan Ben … biarkan aku hamil!” Dia berkata tanpa memberontak.


“Apakah kamu sudah menikah?”


“Sudah, baru kemarin, kenapa begitu?”


Sementara aku meletakkan penisku menjadi dua, aku menjawab pertanyaan itu,


“Kalau begitu kamu tidak akan hamil.”


“Ach … ach … ahh …! Ben sakit, ach … ach … ahh, perlahan, aa … aach … aachh …!”


“Ini hanya sebentar, Lus memperbaiki gaya doggy dech!” Saya berkata tanpa melepas penis dan mencoba memutar tubuhnya.


Dia menuruti kata-kataku, lalu mulai keluar-masuk kemaluanku di vaginanya dan aku pikir dia mulai terangsang lagi, karena sekarang dia menanggapi gerakan masuk dan keluar dariku dengan menaikkan pinggul bawahnya.


“Ach … aa …” teriaknya.


“Sekali lagi, Ben … a … aa … ach …”


“Tahan dulu, sebentar saja,” kataku, terus bergetar dan memeras payudaranya.


“Ben, aku ingin … ach … a … keluar lagi Ben …” katanya.


“Tunggu sebentar, aku juga ingin pergi,” jawabku.


“Cepat, Ben, jangan tahan,” katanya semakin tegang.


“A … ach … aach …! Ya ya.”


Aku berkata semakin keras dan akhirnya setidaknya enam potret sperma saya di dalam vaginanya.


Aku menarik penisku dan aku melihat seprai, apakah ada darah atau tidak? tetapi ternyata tidak.


“Lus, kamu bukan perawan,” aku bertanya.


“Ya, Ben, ketika saya sedang masturbasi lagi, saya merasa bahwa persahabatan itu telah pecah,” jelasnya.


“Ben ingat, jangan bilang siapa-siapa, itu rahasia kita.” “Oh, tenanglah, aku bisa dipercaya, selama kamu mau lagi lain kali.”


“Siapa yang bisa menolak ‘Beni Junior’,” katanya penuh perhatian.


Setelah itu minimal seminggu sekali saya selalu melakukan ML dengan Lusi, kadang saya sangat ingin atau kadang Lusi yang sering ketagihan, yang menyenangkan sampai sekarang kami selalu bermain di rumah tanpa ada yang tahu, kadang tengah malam saya pergi ke kamar Lusi atau sebaliknya versa, kadang-kadang juga pada siang hari pulang dari sekolah jika tidak ada orang di rumah. Game Slot Online Indonesia


Kali ini sepertinya Lusi ingin, karena di sekolah dia terus menggodaku, bahkan dia sempat membisikkan keinginannya untuk ML sore ini di rumah, tapi sayangnya siang ini ayah dan ibu ada di rumah jadi kami tidak melakukan ini. Saya berjanji bahwa malam ini saya akan bermain di kamarnya, dan dia hanya berkata ya, dia mengatakan selama ML bisa melakukannya dengan saya hari ini dia hanya menuruti kemauan saya.


Ternyata sampai malam ayahku belum tidur juga, sepertinya dia asyik menonton pertandingan sepak bola di TV, dan aku sedang tidur sambil menunggu ayahku tertidur, tapi sayangnya aku tidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang tergelitik oleh sesuatu dan berusaha menahannya, tetapi kemudian sesuatu menindasku sampai aku kehabisan napas dan kemudian terbangun.


“Lusi! Kamu tidur?” Tanyaku, melihat Lusi menindasku telanjang.


“Kau mulai nakal, Ben, aku sudah menunggumu, kau juga tidak ikut. Kau tahu, ini sudah jam dua, dan Daddy sudah tidur sejak jam satu,” katanya dengan nada serius sementara memegangi penisku karena ternyata celana pendek dan CD saya telah dibuka.


“Apa yang nakal, jangan permisi atau bangunkan aku,” kataku.


“Kamu tidak sadar yach, kamu sudah bangun, lihat bahwa itu sudah siap,” katanya, menunjukkan penisku.


“Aku tidak yakin.”


Emosinya terasa berbeda kali ini, terasa seperti mengisap dan kelaparan.


“Lus, jangan lelah, bro,” Beni Junior “!”


“Aku sudah mengambil berat badan Ben!” Dia berkata lagi.


“Mending seperti biasa, kami menggunakan posisi‘ 69 bersama-sama dan kami berdua baik, “kataku, berputar-putar tanpa melepaskan emosi, sambil terus emosi.


Aku mulai menjilati vaginanya yang basah sementara tanganku meremas payudaranya yang semakin keras, aku terus mengisap vaginanya dan mulai menjulurkan lidah untuk mencari klitorisnya.


“Aaaahhhhhhh… aduhhhhhhhh …” dia mendesa ketika aku isap klitorisnya.


“Ben! Kamu sangat pintar untuk menemukan informasiku, a … aaahhh … ahh …”


“Kamu juga semakin pintar, ‘Beni’ kecil,” kataku lagi.


“Ben, kali ini kita tidak perlu banyak, aa … achh …” katanya sambil mendesah.


“Cukup untuk menembak, tapi … ben … ahhhhh..beeeeenn … ahhh …” katanya sambil menikmati jilatanku.


“Tapi Ben I … ma … u … keluar nich! Ach … a … oh …” katanya sambil tegang dan kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.


“Sepertinya kamu harus menggandakannya!” Saya berkata sambil mengubah posisi.


“Ya, saya menginstalnya, tetapi sekarang kamu memasukkannya,” katanya lagi.


“Bersiaplah untuk aku memasukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.


“Bersiap-siap!”


“Ayolah, dech,” katanya.


“emmhhhhh…..ahhhh..”  dia menghela napas ketika aku meletakkan penisku.


“Tolong pelan-pelan!”


“Ini Lus lambat,” kataku, mulai gemetar.


“Lus, apakah kamu sudah terangsang lagi?” Aku bertanya.


“Tunggu sebentar, Ben,” katanya, mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengikutiku, lalu dia menarik kepalaku dan memitaku untuk menciumnya.


“Bercanda, Ben!”


Tanpa diberitahu dua kali, saya langsung mendapatkannya, dan saya benar-benar menikmati bermain lidah yang lebih mahir.


“Lus, apakah kamu punya pacar?” Aku bertanya. “Aku sudah melakukannya tapi aku baru saja putus,” katanya sambil mendesah.


“Ben, pacarku tidak tahu tentang hal yang nyata, hanya kamu yang sama sepertiku.”


“Benar, Ach?” Saya bertanya lagi, mempercepat kejutan.


“Ach … ben … bagaimana bisa Ben, a … aa … ach … achh,” katanya terputus-putus.


“Tunggu, atau kamu ingin itu bekerja?” Saya katakan menggoda.


“Jangan biarkan itu terjadi, aku hanya membuatmu terangsang lagi, rasanya tidak baik jika itu terjadi, ach … aa … ahh … aku ngebut, Ben,” katanya.


Lalu akselerasi gerakan pinggul.


“Kau sudah mengerti betapa bagusnya itu, suatu hari aku berpikir aku akan keluar dari penjara,” aku menyadari, bahwa sponsku telah berkumpul di ujung.


“Achh … ach … segera.”


“Pegang Ben!” Dia berkata sambil melepas penisku dari vaginanya dan kemudian menghisapnya sambil memegang klitorisnya.


“Aku juga Ben, bantu aku menemukan klitorisku!” Dia berkata, menarik tanganku ke dalam vaginanya.


Sementara aku terus menghisap penisku, memainkan klitoris dengan tanganku dan …


“Aahhhh … enaknya …ohhhhhhh…” Aku menghela napas, mengeluarkan sperma di mulutnya.


Sambil menjepit tanganku dengan vaginanya dia berkata. “Aku juga ben.”


“Aahhhh..emhhh.aahhhhhhh.” dia menghela nafas.


“Aku tidur di sini, aku akan membangunkanku jam lima sebelum ayahku,” katanya, menutup matanya dan kemudian jatuh tertidur, di sampingku.


Tepat pukul lima pagi saya bangun dan membangunnya, lalu dia bergegas ke kamar madi dan bersiap untuk sekolah, dan saya. Yang aneh adalah siang ini tidak seperti biasanya. Lusi tidak pulang bersamaku karena dia punya les privat, sedangkan di rumah hanya ada Mbak Riri, dan anehnya siang ini Mbak Riri di rumah mengenakan pakaian ketat dan rok mini. sepertinya dia sedang menunggu sesuatu. Slot Judi Online Terbaik


“Siang Ben! Pulang saja ke mana saja? Di mana Lusi?”


“Lusi sedang les, katanya, pulang larut sore,” kataku, “Loh, kapan kamu pulang? Kata dari Solo?”


“Aku pulang tadi malam,” katanya.


“Ben, tadi malam kamu berteriak sendirian di kamar, ada apa?”


Wow sepertinya Mbak Riri mendengar desahan Lusi semalam.


“Aku tidak, ini hanya mencoba,” kataku, lewat ke kamarku.


“Ben!” Dia menelepon, “Saya ingin Anda menonton VCD, Ma’am malas, menonton sendiri,” katanya dari kamarnya.


“Tunggu sebentar!” Aku berkata ketika aku berjalan menuju kamarnya, “Apakah ada film, Ma’am?” Saya bertanya ketika saya tiba di kamarnya.


“Lihat saja, nanti aku tahu,” katanya lagi.


“Mengapa kamu menunggu seseorang lagi?”


“Ma’am, tunggu apa lagi,” katanya datar, “Saya melihat film telah dimulai.”


“Loh, ini …?” Aku berkata, melihat film BF yang dia mainkan dan tanpa melanjutkan kata-kataku, melihat dia mendekatiku. Lalu dia mulai mencium bibirku.


“Aku tahu kenapa tadi malam,” katanya,


“Kamu tidak mau mempekerjakan saya, saya lebih suka dech daripada Lusi.”


Wow, puncak cinta ulam itu tiba, yang lain pergi ke yang lain.


“Ma’am, aku adik berbakti, memasak, menolak sich,” aku menggoda sementara tangan kananku mulai memasukkan rok mininya menggosok vaginanya, sementara tangan kiriku masuk ke kemejanya dan meremas payudaranya yang super besar.


“Kamu pintar, tapi sayangnya kamu nakal, pintar mencari peluang,” katanya, menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.


“Apa yang ingin kamu lakukan, bukankah kamu menyenangkan?” Saya bertanya. “Kamu tidak bisa menunggu, Ma’am, kamu membuka bajumu, lalu kamu juga, jadi itu akan keren?” Dia berkata sambil membuka kemejanya.


Aku juga tidak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai akhirnya kami berdua telanjang bulat.


“Tubuh Ma’am benar-benar bagus,” kataku, memperhatikan tubuhnya dari ujung ke ujung, sama sekali tidak ada cacat, putih halus dan sebagainya.


Dia segera memaku saya dan tangan kanannya memegang penisku, dan menunjuk ke vaginanya sambil berdiri.


“Aku tidak tahan Ben,” katanya.


Kuhalangi penisku dengan tangan kananku maka aku memainkan vaginanya dengan tangan kiriku.


“Nanti, ach, ini lebih keren.”


“Ach … kamu nakal Ben! Pantas Lusi ingin,” katanya dengan penuh perhatian. baca juga foto telanjang terbaru


“Ben …! Nona …! Di mana kalian?” Suara Lusi memanggil dari luar.


“Hari ini tutornya tidak masuk jadi aku dicetak ulang, di mana kalian lagi?” Dia bertanya sekali lagi.


“Datang saja di Lus, kita akan mengadakan pesta lain,” kata Mbak Riri.


“Nona! Entar kalau Lusi tahu apa?”


“Ben tidak menelepon Nyonya, panggil saja Riri,” katanya dan pada waktu itu aku melihat Lusi di pintu kamar membuka baju.


“Rir, aku juga ikut,” Lusi bertanya sambil memainkan vaginanya.


“Apakah kamu kuat, Ben?” Tanya Riri.


“Aku tenang, kok aku kuat, lagipula, Lusi sudah terangsang,” kataku.


“Lus buru-buru, ‘Beni Junior’,” aku bertanya.


Tanpa menolak Lusi segera menghisap penisku.


“Mending kita berbaring, supaya aku bisa mendapatkan vaginamu,” kataku pada Riri.


“Ayolah!” Dia kemudian mengambil posisi.


Riri menempatkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Lusi yang mengisap penisku.


“Lus, aku memainkan vaginamu,” katanya.


Tanpa menunggu jawaban dari Lusi dia langsung bermain di vaginanya. Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri menegang pahanya, dan … “Ach … aach … aku keluar …” katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.


“Sekarang ganti Lusi,” kataku.


Lalu aku bangkit dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan.


“Ach … aach …” Lusi menghela nafas.


“Kamu curang, Lusi, kamu masuk, bagaimana bisa aku tidak?”


“Setelah kamu keluar duluan, tapi tenang saja, lalu ketika kamu pergi, aku masuk, yang penting adalah menstimulasi dirimu sendiri,” kataku.


“Orang yang mengguncangnya dengan cepat!” Mengeluh Lusi.


Saya mempercepat goyangan saya, dan dia juga menyeimbangkannya.


“Kak, ach … ayo pergi lagi, bro … a … ach … ubah yach, aku … ingin keluar … aa … a … ach … ! ” Dia menghela napas, lalu melemah dan jatuh tertidur tanpa daya.


“Ayolah, Ben, tunggu apa lagi!” Riri berkata saat dia mengangkang kemaluanku untuk melemparkannya.


“Aku sudah terangsang lagi.”


Tanpa menunggu lama, saya langsung melemparkannya dan menusuknya.


“Seberapa baik penisku?”


“Penismu diperpanjang,” katanya, “tapi rasanya enak!”


“Kurasa kamu tidak akan cukup lama,” kataku.


“Sama saja, saya tidak terlalu lama lagi,” katanya, “Kami keluar bersama-sama,” dia menjelaskan.


“Apa yang ada di luar istana?” Saya bertanya lagi.


“Ach … a … aach … di … istana … hanya …,” katanya samar karena dia menghela nafas.


“Maksudku, ah … ach … hanya di dalam … ah … oh … sebentar …”


“Aku …keluarkan sekarang … aaaaahhhhhhh …ohhhhh…” Aku menghela nafas sambil menyemprot spermaku.


“aaaahhhhhh…eehhheeemm …” katanya sambil terangsang dan aku menikmati hangatnya spermaku di dalam vaginanya.


Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat yang sama.


“Ben, aku mandi dulu, ini sudah sore.”


“Aku juga,” kataku.


“Ben, Lus, lain kali lagi,” pinta Riri.


“Bisa diatur, asalkan kosong seperti ini, benarkan, Ben!” Kata Lusi.


“Kapan saja kamu ingin aku siap,” kataku.


“Kalau begitu kamu jangan mandi dulu, ayo main lagi!” Kata Riri mulai memegang penisku.


Akhirnya kami bermain lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu di telepon dan mengatakan bahwa mereka kembali besok pagi, jadi kami lebih bebas untuk bermain, lagi dan lagi. Kemudian keesokan harinya kami sering bermain dalam situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri atau hanya Lusi. Oh ayah tiri, ternyata selain banyak kekayaan, Anda juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup.

Cerita Sex Panas Nikmatnya Bercinta dengan Saudari Tiriku

Cerita Sex Dewasa Obat Perangsang yang Berujung ML Nikmat - Keluarganya bisa dikatakan sangat harmonis meski terkadang ada perbedaan pendapat. Dicky bekerja di salah satu perusahaan besar yang dikandung, saya tidak jelas apa posisinya, jelas dia selalu pulang larut malam untuk menyelesaikan tugasnya. Dick dan aku seperti kamu, jika salah satu dari kita punya masalah, kita pasti akan bertukar pendapat. stimulan cerita seks, stimulan wanita kuat di apotek, kerudung terangsang.


Ooohh, saya tidak lupa saya memperkenalkan diri, nama saya Sandi, saya berumur 27 tahun, saya masih lajang, dan saya tinggal sendiri di sebuah rumah besar. Saya sendiri memiliki bisnis furnitur yang berkembang sehingga ekonomi saya dapat dikatakan lebih dari cukup. Sudah lama sejak saya mengunjungi rumah teman saya Dicky karena kegiatan kami masing-masing.



Singkat cerita, suatu hari ketika saya santai di rumah tiba-tiba ada bel berdering.


“Ting Tong”


Saya membuka pintu, dan ternyata Febby adalah istri Dicky yang datang ke rumah saya.


“Eeehh Febby ‘tolong masuk, mari duduk,” kataku pada Febby


Lalu Febby masuk dan duduk di ruang tamu rumah saya.


“Apa yang salah, bagaimana bisa kau tidak tinggal di rumahku, Febb,” aku bertanya


“Tidak, bro, aku berkelahi dengan suamiku lagi,” kata Febby


“Mengapa berkelahi kenapa”


“Itu normal, bro, Dicky adalah orang yang egois, dia ingin menang sendiri, aku tidak mau menuruti apa yang kuinginkan, meskipun aku tidak meminta hloo yang aneh.”


“Apa yang kamu minta untuk Febb” aku bertanya dengan penasaran


“Aaaahhh, bro, aku tidak perlu membahasnya, aku malas,” Febby membentak


“Ya, kalau begitu,” jawab saya


“Ohh, kamu mau minum apa, Febb?”


“Terserah, bro” jawab Febby


Sampai di dapur apakah setan mendatangi saya, saya memiliki pikiran yang buruk untuk dapat memanfaatkan atmosfer dengan tidur bersama istri sahabat saya, untuk sesaat saya diam di dapur tetapi pikiran kotor semakin berputar-putar. dalam pikiran saya. Saya pergi ke kamar saya sebentar untuk mengambil stimulan. Kemudian saya mencampur stimulan dalam minumannya dan saya kembali ke ruang tamu. Game Slot Terbesar


“Maaf untuk waktu yang lama, Febb,” kataku


“Ya, bagaimana bisa, bro, santai saja,” jawab Febby


“Silakan minum Febb”


Lalu Febby meminumnya. Kami terus berbicara santai, Febby mulai bercerita panjang lebar tentang ketidakjujuran keluarganya akhir-akhir ini. Saya juga merespon dengan baik, memberikan saran seolah-olah saya lebih dewasa. Setelah 20 menit kami berbincang panjang Febby mulai merasa kedinginan (dalam hati aku berkata waah obat stimulan ini mulai bereaksi) dan aku bertanya.


“Mengapa kamu Febb”


“Aku tidak tahu ini, rasanya seperti tubuhku panas,” jawab Febby


Cerita Lainnya:   Cerita Seks Gadis Bayaran yang Kunikmati

“Di sini, Febb, datang ke ruang tamu, ada kipas angin,” aku bertanya


Febbypun memasuki bagian tengah rumah saya dan saya menyalakan kipas gantung.


“Febb, aku tinggal sebentar, aku ingin pergi ke kamar mandi,” kataku


“Iyha mas” jawab Febby


Saya sengaja berpura-pura ke kamar mandi untuk mengintip apa reaksi Febby berikutnya. Di dalam aku melihat Febby mulai meraba-raba lehernya, merapikan rambutnya, satu tangan memegang payudaranya sendiri, satu tangan memegang vaginanya meskipun hanya dari celana yang dikenakannya. Saya melihat Febby nafsu di dalam, saya juga dinyalakan dan tidak lama setelah saya kembali di tengah dan saya melihat Febby sangat bergairah.


Tanpa banyak kata, Febby segera meraih tanganku dan segera menciumku. Febby menghancurkan bibirku dan aku yang telah terangsang melayani bibir Febby. Suara lembut dari Febby “Satisfy me mas”. Saya juga bersemangat mendengar suara Febby. Tangan juga segera menyebar ke payudara Febby, sambil menciumku meremas payudara yang meremas Febby, terasa sangat kental meski itu dari luar bajunya. Tangan Febbypun mulai memegang penisku yang sangat tegang dan keras sekali.


Saya mulai menanggalkan pakaian Febby, saya membuka kancing satu per satu dan melepaskan bra bersama-sama dan ada susu montok yang tampak seperti milik Febby, saya sangat bergairah dan langsung menghancurkan dua puting merah milik Febby . Febby mendesah kenikmatan “Aaaahhhh.Aaaahhhh … Puaskan aku mas” erang lembut Febby. Sambil menghancurleburkan tangan Febby membuka celana Febby dan celananya, aku memasukkan jariku ke vagina Febby’s Febby yang merintih, “Aaaarrrggghhh .. Maaasssss.” Saya terus masuk dan melepas jari saya dari vagina Febby. 5 menit kemudian Febby mengerang “Maaasssss. Akkuu Keluuuarrr …” Febby orgasme untuk pertama kalinya.


Setelah Febby orgasme saya menarik jari saya dari vagina Febby kemudian mengangkat penis saya kembali ke Febby dan Febbypun segera menghancurkan kejantanan saya dengan penuh semangat. Kepalaku tersentak karena kenikmatan yang tak tertandingi ketika Febby menghancurkan penisku. Sementara penisku dimakan oleh Febby, tanganku meremas payudaranya. 5 menit Febby menghisap penisku, lalu menarik penisku dari mulut Febby dan mengarahkannya ke vaginanya. Kubuka membuka lebar kedua pahanya dan perlahan aku menaruh penisku “Blleeeeeesssss” semua kemaluanku terjebak di vaginanya. Judi Slot Terbaik Indonesia


Kumaju menarik penisku kembali ke vaginanya. Febby menghela nafas “AAaaaahhhhhh …” menikmati hubungan ini. Saya terus memompa vagina Febby yang terasa sangat terjepit. Sekitar 10 menit saya memompanya dengan posisi Febby di bawah ini. Saya mengubah posisi dan mengangkat tubuh Febby jadi sekarang tubuh Febby berada di atas saya, meremas saya. Goyangan Febby terasa sangat lezat. Febby memompa penisku, memajukan pantatnya untuk membuatnya selalu merintih kesenangan. Sekitar 3 menit Febby dipompa dia mengerang kembali keluar “Aaaahhhhh … Aaaahhhhhhhh … Mooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeees…


Cerita Lainnya:   Cerita Seks Teman Ayahku Perkosa Aku

Setelah orgasme Febby untuk kedua kalinya saya berganti gaya, sekarang saya memberi tahu Febby Nungging atau gaya “doggy style” yang terkenal. Saya masukan penisku lagi ke vagina, saya menyuap Febby dari belakang, saya melangkah kembali penisku dan sambil meremas dua gunung kembar Febby. “Aaaahhh … Maaasss …. Maaaasss …. Hebat …” kata dari bibir Febby ketika aku menusuknya dari belakang. “Ploooook …. Plankook … Plllloookkk … suara tubuhku bentrok dengan Febby memberkati perjuangan ini.


Sambil mencoleknya dari belakang, salah satu jariku memasuki anus Febus dan tanpa meminta Febby mengangguk tanda dia setuju jika penisku terkena anus Febby. Segera saya memasukkan penis saya ke anus Febus. Luar biasa, rasanya sangat sempit, penis saya terasa seperti terjepit. Febby mendesah lebih keras ketika aku meletakkan penisku di anusnya “Oooouuuuuhhhhhh … Oooouuuuhhhhh …” Febby mendesah bahkan membuatku bersemangat. Saya mempercepat gerakan saya untuk memajukan penisku kembali ke anusnya.


15 menit kemudian saya merasa jika saya ingin orgasme saya menarik penisku dari vaginanya dan mengarahkan penisku di mulut Febby dan meminta Febby untuk menghisapnya. Aku memanggil penisku dengan penuh nafsu dan sekitar beberapa menit Febby mengisap penisku, aku menekan kepala Febby dan “crooootts …. croootttsss … crooottsss … Aku merasa begitu banyak sperma merendam mulut Febby, Febby menelan semua sperma dan mencium dahi Febby sambil berbisik “kamu Febb sangat buruk” dan Febby hanya tersenyum.


Kemudian saya mengajak Febby untuk mandi bersama untuk membersihkan tubuhnya dari air liur yang merendam tubuh Febby. Dan ketika mandi lagi penisku berdiri kencang, dan aku segera menarik Febby dan kembali lagi kami melakukan hubungan intim selama kurang lebih 30 menit. Setelah selesai dari kamar mandi maka kami pergi ke ruang tamu dan bersantai melihat televisi.


Saat itu sore dan Febby mengucapkan selamat tinggal pulang dan aku berkata “ya” padanya dan aku tidak lupa mencium bibirnya untuk pemisahan kepuasan kami. Setelah kejadian itu, setiap Febby bertengkar dengan suaminya, Febby selalu datang ke rumahku dan selalu berakhir berhubungan seks tanpa sepengetahuan suaminya, yang merupakan sahabatku.

Cerita Sex Dewasa Obat Perangsang yang Berujung ML Nikmat

Subscribe Our Newsletter